Proyek Puluhan Miliar Bola Soba Mandek, LSM Lamellong Minta Kasat Reskrim Polres Bone Dicopot

SURYATIMUR.ID.BONE –
Proyek pembangunan Bola Soba di Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, kembali menjadi sorotan. LSM Lamellong mendesak Kapolda Sulsel copot Kasat Reskrim Polres Bone dan Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) terkait lambannya penanganan kasus tersebut.

Proyek yang dikerjakan CV Mega Jaya dengan nilai anggaran Rp10,7 miliar itu sejatinya ditargetkan rampung pada akhir 2023. Namun hingga pertengahan 2026, kondisi proyek masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Ketua Umum LSM Lamellong, Muhammad Rusdi, menilai proses penanganan dugaan permasalahan proyek tersebut berjalan tanpa kejelasan. Menurut dia, publik tidak lagi memperoleh informasi mengenai perkembangan penyelidikan yang sebelumnya sempat diumumkan oleh Polres Bone.

“Proyek Bola Soba ini sudah menjadi perhatian masyarakat karena nilainya besar dan hingga kini belum selesai. Kami meminta Propam Polda Sulsel melakukan pengawasan serta memeriksa penanganan kasus ini di Polres Bone,” kata Rusdi, Senin, 6 juli 2026.

Rusdi mengatakan, kondisi proyek yang terbengkalai dan minimnya informasi mengenai perkembangan proses hukum menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Ia menilai kasus tersebut seolah menghilang tanpa kejelasan.

“Sebelumnya Polres Bone menyampaikan bahwa kasus ini ditangani secara serius. Namun setelah itu tidak ada lagi informasi yang disampaikan kepada publik. Karena itu muncul kesan kasus ini seperti terkubur,” ujarnya.

Menurut Rusdi, Propam Polda Sulsel perlu melakukan pemeriksaan terhadap Kasat Reskrim Polres Bone dan personel Unit Tipidkor untuk memastikan tidak ada kelalaian dalam penanganan perkara.

Ia bahkan menduga lambannya proses penanganan kasus tersebut perlu mendapat perhatian khusus karena sudah berlangsung selayma bertahun-tahun tanpa perkembangan signifikan.

“Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana proses penanganan kasus ini. Jangan sampai muncul dugaan adanya pembiaran atau hal-hal lain yang menghambat penegakan hukum,” katanya.

Proyek pembangunan Bola Soba sendiri merupakan salah satu proyek strategis daerah yang menyedot anggaran sebesar Rp10,7 miliar. Namun hingga lebih dari dua tahun setelah target penyelesaiannya, proyek tersebut masih belum dapat dimanfaatkan secara optimal. (*)

Laporan : Abd. Salam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *