SURYATIMUR.ID.BANTAENG – Perusahaan Daerah Air Minum Bantaeng kembali dibawah kepemimpinan Suwardi sebagai direktur berdasarkan penetapan Bupati Bantaeng.
Namun ada hal yang ganjal setelah kembalinya Suwardi bertugas sebagai Direktur, ada dugaan dari oknum yang sengaja membuat kisruh keadaan dengan menghembuskan isu tentang adanya sejumlah karyawan yang akan dirumahkan alias PHK.
Info ini mengundang polilemik, yang juga diduga ada sejumlah karyawan yang tidak menerima kehadiran SUWARDi di defenitifkan oleh Bupati Bantaeng sebagai direktur.
Info tentang akan di rumahkannya sejumlah karyawan membuat sejumlah karyawan disinyalir merasa tidak senang karena diduga tidak menginginkan Suwardi kembali menjabat sebagai Diektur. Namun keputusan ini tak bisa dibatalkan karena Bupati Bantaeng menegaskan dan menetapkan Jabatan kembali sebagai direktur PDAM .
Direktur PDAM Banteng, Suwardi yang dikonfirmasi menyatakan
bahwa karyawan yang merasa dirinya salah pada datang menghadap ke Bupati memohon maaf dan beliau menerima permohonan maafnya, namun beliau menyampaikan pada kami bahwa minta pak Direktur aga mengevaluasi kembali sesuai daftar yang beredar.
Ungkapnya.
Lanjut Suwardi bahwa saat ini dirinya telah menjalankan tugas dan untuk sementara ini kami berkantor di Kantor Kolam Renang Be,Lang untuk administrasi dan kantor yang di jl,gagak sudah terbuka tetapi untuk pelayanan dan pengaduan air yang tidak mengalir ke masyarakat bila punya keluhan.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat menyatakan bahwa kata maaf itu belum tentu akan menghilangkan rasa sakit atas ulah yang di perbuat, sampai teriak teriak dijalan seakan mempermalukan Bupati, namun demikian kata dia, bupati itu adalah orang baik, punya pendidikan tinggi dan menghargai aspirasi dari masyarakatnya.
Selain beberapa persoalan yang muncul tokoh masyarakat ini juga, sangat mendukung pernyataan direktur PDAM, Dimana adanya hal menarik yang disampaikan oleh pak direktur bahwa, ada salah satu karyawan di duga menggelapkan dana penyetoran pelanggan berinisial AS baru baru ini, kemungkinan kami akan siap laporkan ke APH .
Tuturnya (*)

Leave a Reply
Batalkan balasan