‎Festival Merdeka Opu Karajeng Meriah, Lomba Tarik Tambang Perahu Jadi Daya Tarik

SURYATIMUR.ID.‎SELAYAR – Festival Merdeka Opu Karajeng dan Launching Bumdes Tanjung Harapan Desa Baratlambongan Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar menyajikan lomba unik tarik tambang perahu, di mana tiap tim minimal dua orang harus mengadu kekompakan di atas air. Sorak-sorai penonton pun akan pecah, menjadikan suasana festival kian meriah.

‎Festival yang mengusung tema “Semangat Merdeka Menuju Desa yang Maju dan Berdaya Saing” ini berlangsung semarak dengan beragam kegiatan menarik. Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah lomba tarik tambang perahu, yang mengharuskan setiap tim beranggotakan minimal dua orang.

‎Lomba tarik tambang perahu ini menjadi daya tarik tersendiri karena jarang ditemukan di ajang festival lainnya. Para peserta ditantang mengadu kekompakan, kekuatan, sekaligus strategi untuk memenangkan perlombaan yang digelar di perairan sekitar lokasi acara.

‎Selain lomba tarik tambang perahu, festival ini juga menghadirkan rangkaian kegiatan lain seperti lomba karaoke, senam kreasi Pica-Pica, bazar UMKM, lomba mewarnai anak-anak, hingga permainan rakyat guna semarakkan HUT RI ke 80.

‎Direktut Bum DesaTanjung Harapan menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan, menumbuhkan kreativitas, serta mendukung geliat ekonomi desa melalui keberadaan Bumdes.

‎“Launching Bumdes ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat, sementara festival rakyat seperti ini menjadi media mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong,” ujarnya.

‎Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Festival Merdeka Opu Karajeng sekaligus Launching Bumdes Tanjung Harapan dipastikan akan menjadi agenda tahunan yang dinantikan.(*)

Laporan : Noerkamar

Arsyil Ihsan, Anggota DPR-RI Soroti Kinerja Pemda Selayar Terkait Tidak Beroperasinya Mobil Rescue Tagana

SURYATIMUR.ID.SELAYAR – Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Selayar dari Fraksi Partai NasDem, Arsyil Ihsan, angkat bicara terkait tidak beroperasinya lagi mobil Rescue Tagana Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Ia menyayangkan kendaraan operasional Tagana yang selama ini menjadi armada andalan dalam misi kemanusiaan saat terjadi bencana dibiarkan rusak terbengkalai tanpa ada upaya perbaikan.

“Mestinya karena mobil itu hibah dari Kemensos, harus dijaga. Jangan dibiarkan terlantar begitu. Saya melihat Tagana kita di Selayar memang tinggi sekali frekuensi mobilitasnya dalam urusan kebencanaan dan kemanusiaan,” kata Arsyil, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (6/7/2025) siang.

Tentu, lanjut Arsyil, pastilah ada biaya operasional dan perawatan perbaikan mobil rescue Tagana tersebut. Harusnya Dinas Sosial sebagai OPD yang bertanggungjawab terhadap kendaraan itu, menjaga dan merawat kendaraan operasional hibah dari Kemensos RI tersebut.

Apalagi kendaraan itu memiliki peran yang cukup vital, selain digunakan dalam upaya rescue dan evakuasi korban bencana, baik itu banjir, longsor, kebakaran dan evakuasi korban laka laut, mobil itu juga dimanfaatkan dalam penyaluran bantuan dan aksi sosial dan kemanusiaan lainnya.

“Pada rapat komisi saya sudah sampaikan ke Kadis Sosial, untuk memberikan perhatian khusus kepada Tagana Selayar dengan menambah anggaran operasionalnya. Tidak hanya itu, jika perlu personel dan kendaraan operasional juga ditambah. Hal ini juga saya sudah sampaikan ke pihak Dinsos Sulsel” ungkapnya.

Arsyil pun menyebut sebelum dirinya menjadi Legislator, saat masih aktif sebagai Jurnalis TV One yang selalu turun langsung kelapangan meliput sejumlah kejadian dan peristiwa yang terjadi di Kepulauan Selayar, seringkali menyaksikan mobil operasional Tagana Dinsos Selayar tersebut berada di lokasi-lokasi bencana.

Tidak jarang pula, kata dia, mobil tersebut terlihat berada di Appatanah, ujung selatan Pulau Selayar dan Pamatata di Kecamatan Bontomatene sebagai titik kumpul Tim SAR saat melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban kecelakaan laut (laka laut).

“Keberadaan Tagana di Selayar perlu diapresiasi. Tagana sebagai bagian dari Tim SAR memiliki mobilitas yang sangat tinggi. Itu tidak bisa dipungkiri, pasalnya perairan laut Kepulauan Selayar sebagai Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II merupakan jalur perlintasan pelayaran dari arah barat menuju timur Indonesia, maupun sebaliknya, seringkali menjadi lokasi terjadinya laka laut yang membutuhkan evakuasi yang cepat,” ungkap Arsyil Ihsan.

Untuk menunjang kerja-kerja sosial dan aksi kemanusiaan, maka Dinas Sosial harus mengaktifkan kembali peran Tagana secara maksimal, termasuk memperbaiki kendaraan operasionalnya.

“Mereka rajin turun ke lapangan melakukan evakuasi, sebagaimana tupoksinya mereka Taruna Siaga Bencana. Ini wajib mendapat perhatian,” pungkas Arsyil Ihsan.

Untuk diketahui, mobil rescue Tagana Selayar yang meruapakan hibah dari Kementerian Sosial itu kini rusak dan tidak mendapatkan perawatan sejak lama. Bahkan, mobil tersebut diduga terbengkalai dan selama kurang lebih satu tahun belakangan ini tidak pernah lagi digunakan dalam menunjang evakuasi korban bencana dan aksi-aksi kemanusiaan lainnya di Kepulauan Selayar. (Tim).

Laporan : Andi Malik

 

‎Sejumlah ‎Masyarakat Tergabung Dalam Petisi, Desak Pemerintah Evaluasi Pengelolaan Balai Taman Nasional Takabonerato

SURYATIMUR.ID.SELAYAR – ‎ Masyarakat Takabonerate melalui sebuah petisi mendesak pemerintah untuk melakukan peninjauan ulang terhadap keberadaan dan pengelolaan Balai Taman Nasional Takabonerate. Mereka menilai, pengelolaan taman nasional tersebut belum sepenuhnya berpihak kepada kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dalam kawasan.

‎Pemuda Kawasan Suharjo Muna menyatakan bahwa, berbeda dengan taman nasional lain, Taman Nasional Takabonerate memiliki desa dan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam laut. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya program pemberdayaan yang tepat sasaran, kemudahan perizinan bagi aktivitas nelayan dan pengusaha lokal, serta edukasi berkelanjutan terkait praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

‎”Kawasan ini bukan hanya untuk dilindungi, tetapi juga dimanfaatkan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. Jika kebutuhan ekonomi masyarakat tidak diperhatikan, risiko terjadinya ketegangan sosial akan meningkat,” ujarnya.

‎‎Menanggapi situasi ini, Wakil Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Selayar menegaskan bahwa masyarakat nelayan seharusnya dibina dan difasilitasi dalam proses perizinan, agar tetap dapat mengakses sumber daya laut dengan alat tangkap yang sesuai prinsip konservasi.

‎Pihak LSM LIRA Selayar juga mengungkapkan dugaan bahwa masyarakat lokal dipersulit dalam perizinan, sementara pihak luar diberi kemudahan. “Jika orang luar bebas menangkap ikan di kawasan ini, perlu dipertanyakan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepulauan Selayar,” tegasnya.

‎Masyarakat berharap evaluasi pengelolaan Balai Taman Nasional Takabonerate segera dilakukan, agar fungsi konservasi tetap terjaga sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.(*)

Laporan : Noerkamar -A.Malik