Aktifitas Tambang Galian C Desa Cege Bone Berdampak Merusak Sungai dan Beresiko Bencana

SURYATIMUR.ID.BONE – Aktifitas penambangan galian c memiliki nilai ekonomis tersendiri bagi pengusaha atau penggiat pertambangan, namun disisi lain terkadang mengundang protes bagi warga sekitar, pasalnya aktifitas yang dilakukan oleh penambang berdampak terjadinya kerusakan lingkungan dan tidak memberi manfaat terhadap warga sekitar tambang.

Sebut saja aktivitas tambang galian C yang berada di Desa Cege, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, menjadi sorotan warga. Tambang yang disebut-sebut dikelola oleh seorang pria inisial R itu diduga belum mengantongi izin pertambangan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Benarkah hal ini terjadi,,? , “Semua penambang yang ada di Desa cege ilegal tidak mengantoningi izin”, ucap R.

Keluhan warga tidak hanya terkait dugaan legalitas tambang, tetapi juga dampak lingkungan yang ditimbulkan. Sejumlah warga mengaku aktivitas pengerukan material di sekitar aliran sungai diduga telah menyebabkan kerusakan pada bibir sungai dan meningkatkan risiko bencana di wilayah tersebut.

“Yang kami lihat sekarang bibir sungai sudah banyak berubah. Kami khawatir kalau dibiarkan terus, dampaknya semakin besar bagi masyarakat,” kata salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Minggu (01/6/2026).

Warga menyebut dalam beberapa tahun terakhir banjir dan longsor di bantaran sungai disebut semakin sering terjadi saat curah hujan tinggi. Mereka menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas pengambilan material yang dilakukan di sekitar sungai.

“Kalau hujan deras, air cepat meluap. Di beberapa titik juga sudah ada longsor di bantaran sungai. Kami minta pemerintah turun mengecek kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.

Selain persoalan lingkungan, warga juga mempertanyakan manfaat keberadaan tambang tersebut bagi masyarakat sekitar. Menurut mereka, hingga saat ini belum ada dampak ekonomi yang dirasakan secara langsung oleh warga setempat.

“Tidak ada manfaat yang kami rasakan sebagai warga. Yang terlihat hanya keuntungan untuk pengelolaan pribadi. Sementara masyarakat justru harus menanggung dampak lingkungan yang muncul,” ungkap warga lainnya.((*)

Laporan : Abd.Salam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version