Polemik Penampilan Istri Gubernur Kaltim, Akbar Polo, Mengimbau Masyarakat untuk Melihat Persoalan Ini Secara Arif dan Bijak

Berita5 Dilihat

SURYATIMUR.ID.SAMARINDA – Penampilan istri Gubernur Kalimantan Timur, Syarifah Suraidah, menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang menampilkan dirinya menghadiri kegiatan di Samarinda viral di media sosial.

Dalam video tersebut, ia terlihat mengenakan busana mencolok lengkap dengan topi lebar serta sejumlah aksesoris mewah.

Penampilan itu memicu beragam reaksi dari warganet.

Sebagian memberikan pujian terhadap gaya berpakaiannya yang dinilai elegan dan percaya diri, sementara sebagian lainnya melontarkan kritik serta mengaitkannya dengan polemik mobil dinas gubernur yang sempat menjadi perbincangan publik.

Menanggapi polemik tersebut, salah satu warga Indonesia, Akbar Polo, mengimbau masyarakat untuk melihat persoalan ini secara lebih bijak.

Menurutnya, gaya berpakaian Syarifah Suraidah bukanlah hal baru, bahkan sudah menjadi ciri khasnya jauh sebelum ia menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur.

“Istri Gubernur Kalimantan Timur memang sejak dulu sering menggunakan busana mencolok lengkap dengan topi lebar dan aksesoris. Itu sudah menjadi gaya pribadinya bahkan sebelum menjabat sebagai Ibu PKK,” ujar Akbar Polo kepada media.

Akbar juga menyebut bahwa latar belakang Syarifah Suraidah sebagai pengusaha membuat penggunaan barang-barang bernilai tinggi bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan selama menggunakan dana pribadi.

“Ia dikenal memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan sebelumnya juga merupakan bagian dari keluarga pengusaha di Kalimantan Timur.

Jadi saya kira wajar jika menggunakan barang-barang mewah selama itu berasal dari uang pribadi,” katanya.

Menurutnya, masyarakat di media sosial perlu membedakan antara penggunaan fasilitas negara dan gaya hidup pribadi seorang figur publik.

Ia juga mengajak warganet untuk lebih bijaksana dalam memberikan penilaian, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan sikap menahan diri dan menjaga etika dalam berkomunikasi.

“Netizen sebaiknya melihat persoalan ini dengan lebih bijaksana.

Jika pakaian atau aksesoris yang digunakan berasal dari dana pribadi, maka itu adalah bagian dari pilihan pribadi.

Mari kita menyikapi hal ini dengan lebih arif, apalagi dalam suasana bulan puasa,” tutup Akbar Polo.(*)