SURYATIMUR.ID BANTAENG –
Seiring dengan meningkatnya pemakaian listrik sebagai kebutuhan energi, baik rumah tangga maupun tempat usaha, terjadilah permintaan tambah daya dengan mengajukan permohonan sesuai dengan prosedur permohonan tambah daya yang berlaku dilingkup PLN.
Terkait hal ini dengan adanya permintaan tambah daya dilingkup ULP PLN Bantaeng, Diduga terjadi kejanggalan dan cacat administrasi, dimana sejumlah surat perintah penambahan daya meteran listrik yang dikeluarkan oleh ULP PLN Bantaeng menjadi sorotan warga. Pasalnya, surat-surat tersebut diduga memiliki kejanggalan pada bagian tanda tangan dan stempel pejabat terkait.
Berdasarkan temuan tim media di lapangan, surat yang mencantumkan tanda tangan Manajer ULP PLN Bantaeng, beserta stempel resmi, diduga tidak ditandatangani secara langsung, melainkan hasil pindai (scan). Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait keabsahan dokumen tersebut serta memunculkan dugaan adanya praktik yang dimainkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang perwakilan ULP PLN Bantaeng yang mewakili Manajer ULP Asmar, membenarkan bahwa tanda tangan dan stempel pada surat dimaksud memang merupakan hasil pindai.
“Iya, memang betul Pak, itu di-scan, dan hal tersebut sudah disampaikan juga kepada Manajer ULP Pak Asmar,” ungkapnya kepada media.
Sementara itu, Manajer ULP PLN Bantaeng, Asmar, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp pada Desember 2025, menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memberikan penjelasan secara langsung karena masih disibukkan dengan penyusunan laporan akhir tahun.
“Nantilah kalau ada waktu kita cerita-cerita ya Bu, biar selesai dulu laporan akhir tahun. Semua nanti akan dijelaskan kok. Kalau hal-hal seperti itu bisa dijelaskan oleh supervisor kami yang memang membidanginya,” tulis Asmar dalam pesan singkatnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN ULP Bantaeng belum memberikan klarifikasi resmi secara tertulis terkait prosedur penggunaan tanda tangan dan stempel pada surat perintah penambahan daya tersebut. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memperoleh kejelasan dan memastikan informasi yang berimbang.
(Tim)





