SURYATIMUR.ID.JENEPONNTO – Proyek gedung laboratorium Kabupaten Jeneponto tahun 2025 dengan nilai anggaran sekitar 2 miliar lebih, proses pekerjaannya telah dilaksanakan dan gedung tersebut sudah nampak berdiri megah dua lantai. Namun dibalik kemegahan tersebut diduga terjadi penyimpangan dalam hal pelaksanaan konstruksi.

Terkait hal ini sejumlah jurnalis melakukan pemantauan dilokasi proyek tersebut untuk sekedar mengetahui apakah proyek tersebut sudah berjalan sesuai yang diharapkan .
Dari hasil investigasi tim dari jurnalis digedung pembangunan laboratorium tersebut terdapat sejumlah dugaan penyimpangan atau ketidaksesuaian bestek dalam implementasi kegiatan tersebut.
Beberapa hal diantaranya yang diduga adalah bentuk penyimpangan dalam proses kegiatan tersebut diantaranya, 1.Sebagaimana lasimnya dalam setiap pekerjaan proyek pemerintah terpasang papan proyek sebagai bentuk transparansi anggaran, hal ini tidak ditemukan dilokasi proyek,,
2.Direksi keet adalah kantor lapangan sementara dan portabel yang berfungsi sebagai pusat administrasi, koordinasi, penyimpanan peralatan, dan ruang diskusi dalam sebuah proyek konstruksi atau infrastruktur, juga hal ini tidak ditemukan dilokasi proyek,
3.Terdapat rabat beton pada lantai diduga asal jadi atau diduga tidak sesuai perencanaan . 4. Pasangan rangka jendela dan pintu nampak tidak rapat. 5. Pasangan pintu alkopan bagian depan nampak tidak sempurna atau tidak tertata rapi, 6. Saluran pembuangan air nampak tidak sempurna diduga tidak sesuai perencanaan.
Terkait sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan bestek dari gedung ini dikhawatirkan akan menimbulkan kerugian negara jika gedung tersebut nantinya tidak dapat berfungsi dengan sempurna.
Kemudian masih dalam wilayah proyek tersebut juga ditemukan adanya pekerjaan pondasi yang sementara berjalan , saat itu yang ditemui adalah pekerja dan menjelaskan kepada wartawan bahwa kegiatan ini adalah pekerjaan taman dan anggarannya tidak sama dengan anggaran gedung ini. Ungkapnya.
Entah benar atau tidak, apakah kegiatan ini terpisah dari gedung laboratorium, anehnya dalam kegiatan ini tidak terpasang papan proyek, sehingga hal inipun menjadi tanda tanya bgamana proses lelang yang dilaksanakan.
Untuk lebih memperjelas terkait sejumlah temuan dari hasil pemantauan wartawan dilokasi proyek , salah satu tim jurnalis berusaha menghubungi Kepala Dinas Jeneponto untuk dimintai tanggapan atau konfirmasi, namun yang bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi karena saat dihubungi melalui saluran WatcApp tidak aktif. (tim)





