Demo Di DPRD, PMII Banteng Soroti Dugaan Praktek Mafia BBM Bersubsidi yang Meresahkan Masyarakat

Berita3 Dilihat

SURYATIMUR.ID.BANTAENG — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bantaeng menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng, Rabu (25/2/2026), menyikapi dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah tersebut.

Dalam orasinya, massa aksi menyuarakan adanya dugaan penyelewengan distribusi BBM jenis solar subsidi serta praktik mafia yang dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Oplus_131072

Ketua PMII Bantaeng, Andi Erank, menyampaikan kekecewaannya terhadap para wakil rakyat di DPRD Bantaeng. Ia menilai, lembaga legislatif seharusnya hadir untuk memediasi dan membantu menyelesaikan persoalan yang meresahkan masyarakat. Namun, saat aksi berlangsung, tidak satu pun legislator terlihat menemui massa aksi.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi gedung DPRD kosong tanpa kehadiran anggota dewan,” tegasnya.

Andi Erank juga menegaskan bahwa PMII bergerak secara independen dan tidak dibekingi oleh pihak manapun.

Salah satu orator aksi turut mendesak aparat kepolisian agar menindak tegas para pelaku yang diduga terlibat dalam praktik mafia BBM tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi meminta agar pertemuan selanjutnya difasilitasi DPRD Bantaeng dengan menghadirkan pihak Kejaksaan Negeri Bantaeng serta kepolisian untuk membahas dugaan tersebut secara terbuka.

“Kami siap buka-bukaan. Kami akan bongkar di mana lokasi penimbunan,” ujar salah satu perwakilan massa.

Massa juga menyoroti dugaan dikeluarkannya mobil sitaan milik PT Ronald Jaya Energi dari kantor kepolisian yang disebut telah dialihkan penanganannya ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

“Kami memiliki bukti valid berupa berkas mobil tangki milik PT Ronald Jaya Energi saat melakukan bongkar muat BBM jenis solar subsidi di Pelabuhan Mattoanging,” pungkasnya.(Andi Erank, SH)

Laporan : Borahima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *