oleh

Jurnalis Harus Tanamkan Rasa Memiliki,,, Dewan Pembina H.Azikin Solthan Hadiri Silaturahmi Media Aktual

banner 970x250

SURYATIMUR.ID.MAKASSAR – Tidak terasa, 26 Februari 2022, perjalanan surat kabar MEDIA AKTUAL (cetak & online) sudah menginjak 22 tahun.

Bak manusia, Media Aktual ini telah menggeliat jauh berada di fase kematangan, yang tentunya senantiasa lebih berkreasi, berinovasi mengikuti dinamika ke-kini-an (up to date) dengan segala kelebihan dan keterbatasannya.

Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT,  terutama di tengah hingar-bingar persaingan industri pers saat ini,  baik media mainstream (cetak) maupun media siber (online), pihak redaksi menggelar acara Silaturahmi Bersama Dewan Pembina Media Aktual DR.H.Azikin Solthan, M.Si dengan sejumlah Jurnalis  Biro Daerah wilayah selatan yakni Gowa, Takalar dan Jeneponto.

Kegiatan yang dihelat di Cafe & Kuliner BUNDU Sungguminasa Kab.Gowa tersebut, Sabtu 26 Februari 2022, dihadiri Pemimpin Umum Drs.AM.Sukardi Tahir, Anggota Dewan Redaksi Drs.Hatta Harun, MM dan Tajuddin Dg.Ngawing serta Wapemred Drs.Ahmadi Haruna yang didapuk memandu acara alias moderator.

Pemimpin Umum dan Redaksi Ardi Tahir, begitu sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa sejak terbitnya surat kabat Media Aktual tahun 2000 silam, sampai saat ini masih tetap eksis terbit menjumpai pembacanya di sejumlah daerah di Sulsel, Sultra, Sulbar dan daerah lainnya di Indonesia.

“Alhamdulillah, meski persaingan media saat ini kian tajam dan kompetitif, menyusul terpaan pandemi covid-19 yang mengglobal serta terjadi refocusing anggaran pemangkasan langganan di seluruh institusi pemerintah, koran kita ini tetap bertahan untuk terbit secara kontinyu. Bisa dibayangkan, dari sekitar 50-an koran mingguan yang ada di Sulsel ini, satu persatu sudah banyak yang berguguran (tutup) dan yang masih mampu terbit tersisa sekitar sepuluan koran, termasuk didalamnya Media Aktual,” ungkapnya.

Apa kiat dan strategi manajemen yang diterapkan hingga mampu bertahan ?

Ardi Tahir, pria berdarah Bugis-Makassar itu membeberkan bahwa kuncinya adalah spirit, pengelolaan manajemen yang transparan dan akuntabel, memperkuat jejaring kemitraan,   menanamkan rasa memiliki dan kebersamaan seluruh wartawan dan karyawan.

Hal lain, Hatta Harun, salah seorang Dewan Redaksi meminta para wartawan untuk menjalankan  fungsi pers sebagai media informasi,  kontrol sosial, pendidikan dan hiburan.

“Intinya, seorang jurnalistik harus kompeten, membuat berita sesuai dengan standar penulisan (cover  both side), mampu membedakan berita straight news dengan opini dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 maupun pasal-pasal yang terkait sebaran berita dalam UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Media Aktual DR.H.Azikin Solthan memaparkan banyak hal terkhusus berbagai wacana dan isu terkini yang lagi mengemuka saat ini.

Salah satu hal yang esensial  yang dititipkan kepada pengelola redaksi surat kabat adalah aspek perwajahan (layout), keakuratan memilih judul-judul berita yang aktual, tajam dan mudah dicerna pembaca,.

“Pemuatan judul berita itu sangat urgen, terutama yang menjadi headline. Terpenting, penggunaan bahasanya tepat, lugas dan keras, tentu sesuai kaidah atau kata yang tertera di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Saya yakin, jika ini dijalankan maka sebuah media pastilah akan terhindar dari ranah hukum (delik pers) maupun menyangkut hal trial by the press,” jelas Legislator Senayan, yang kini duduk sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra.

Secara khusus, H.Azikin Solthan yang juga mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, pun sempat membahas singkat soal kebebasan pers di era demokrasi saat ini.

Menurutnya, kebebasan pers itu penting tetapi harus bertanggungjawab, tidak keluar dari rambu-rambu Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers.

“Sama halnya dengan kebebasan demokrasi, semua orang bisa berkoar, mengeritik dan berbeda pendapat. Tapi ingat, kebebasan itu tetap ada batasan dan aturan-aturannya sudah jelas. Jadi, demokrasi itu adalah government on the people, by the people and for the people,” pungkas Dewan Pembina Media Aktual H. Azikin Solthan, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Selurih Indonesia (APKASI).

Acara Silaturahmi yang dikemas dalam suasana santai sembari menyeruput kopi, selanjutnya dilakukan foto bersama dengan seluruh Jurnalis yang bertugas di wilayah selatan yakni Biro Gowa, Takalar dan Jeneponto.

Laporan : Asrul

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed