oleh

Terindikasi Mark up, L-KONTAK Siap Laporkan Proyek Rehabilitasi Irigasi DI Liku Metang Bantaeng

banner 970x250

SURYATIMUR.ID.MAKASSAR – Rehabilitasi irigasi pada umumnya bertujuan  meningkatkan layanan untuk pengairan yang sangat dibutuhkan oleh petani, sehingga kualitas pekerjaan rehabilitasi yang dilaksanakan harus  sesuai kualitas yang dipersyaratkan. Namun apa jadinya jika rehabilitasi irigasi baru saja usai dekerjakan dan telah mengalami kerusakan. Inilah yang menjadi sorotan oleh Komunitas Anti Korupsi (DPW L-KONTAK).

Andi Syahril, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Komunitas Anti Korupsi (DPW L-KONTAK) Sulawesi Selatan mengatakan, lemabaganya terus mendalami kajian terkait adanya dugaan mark up anggaran Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Liku Metang Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2021.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Sartika dengan nilai kontrak Rp. 1.566.778.000,- itu mendapatkan kritikan tajam dari L-KONTAK setelah Andi Syahril dan timnya melakukan monitoring ke lokasi proyek.

“Sementara didalami kajiannya yang diduga penentuan Harga Satuan Bangunan terjadi mark-up,” kata Andi Syahril.

Dalam penelusuran ini L-Kontak menurut Andi Syahril, akan segera berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait hasil kajian dan monitoring lembaganya.

L-Kontak menduga proyek yang telah dilaksanakan oleh CV. Sartika, mutu pekerjaannya tidak memenuhi kualitas yang dipersyaratkan dalam rencana anggaran biaya, sehingga pada beberapa bahagian bangunan telah mengalami keretakan dan bahkan mengarah pada patahnya bangunan tersebut.

“Beberapa bahagian bangunan telah mengalami keretakan dan bahkan akan patah. Padahal usia bangunan baru seminggu selesai berdasarkan kontraknya,” jelas Andi Syahril.

“Senin depan kami memasukan laporannya ke APH. Kami menduga telah terjadi perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian keuangan negara,” tegasnya. ( Rilis L- Kontak )

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed