oleh

Aliansi Peduli Indonesia Sulsel Soroti  Proyek Penanggulangan Banjir Sungai Siwa

banner 970x250

SURYATIMUR.ID.Wajo. Untuk antisipasi banjir luapan Sungai Siwa Di Kabupaten Wajo, Tahun 2021 ini dilaksanakan Proyek Pembangunan Pengendalian Banjir  Sungai Siwa dengan Jumlah anggaran tertera pada papan proyek senilai Rp.6.692.694.000. Proyek ini didanai APBN Tahun Anggaran 2021 oleh Kementerian PUPR Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Proyek ini dekerjakan oleh Perusahan Kontraktor PT.Mahardika dengan Konsultan Pengawas PT. Intra Persada Konsultan.

Dalam pemantauan sebagai kontrol sosial Aliansi Peduli  Indonesia ( API ) Sulawesi Selatan yang turun langsung adalah Ketua API Sulsel Amir Syah didampingi oleh sejumlah media yang juga turut memantau kegiatan proyek dilokasi Pekerjaan.

Menurutnya ada beberapa hal yang  menjadi sorotan atau pertanyaan dimana saat berkunjung ke lokasi Proyek yang menurutnya perlu disampaikan kepada Pihak Pengelolah kegiatan dalam hal ini pihak PPK dan Direksi Proyek dari BBWS-PJ agar kiranya dapat melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kinerja kontraktor dan konsultan pengawas. Kata Amir

Lanjut dikatakan oleh Ketua API Sulsel ini, yang juga akrab disapa Amir Perwira, sorotan ini sangat beralasan sebab ada beberapa hal yang terasa mengalami kejanggalan, diantaranya adalah kantor direksi proyek tidak nampak diadakan padahal hal ini diduga termasuk dari salah satu item anggaran RAB, yang ada hanyalah rumah warga yang digunakan, namun berdasarkan pengamatan ditempat area proyek tidak terpasang gambar desain pekerjaan dimana pada umumnya sejumlah proyek pemerintah pada direksi kit terpasang gambar desain kerja. Hal ini bisa saja pihak kami berpendapat kalau kontraktor tidak transparan karena tidak ingin diketahui detail desain kegiatan pekerjaan dilokasi proyek.

Bukan hanya itu, menurut Amir Syah yang melakukan pemantauan lokasi proyek tepat 25 Agustus 2021, nampak dilokasi kegiatan sangat sepi tidak berlangsung aktifiatas dan semua alat berat berhenti bekerja padahal masih diluar jam istirahat, sehingga jika kinerja kontraktor seperti ini dikhawatirkan akan mengalami keterlambatan.

“Sulitnya melakukan investigasi dilokasi proyek karena dilokasi proyek tidak dilengkapi dengan gambar desain pekerjaan, bahkan dilokasi ketemu seseorang yang mengaku pelaksana kegiatan proyek tapi tidak menggunakan seragam proyek seperti rompi dan helm proyek. Inilah beberapa kejanggalan yang juga saat memantau pemasangan urungan batu yang biasa digunakan adalah batu gajah namun kebanyakan bercampur batu kecil, sebut saja pada salah satu titik yang diperkirakan kurang lebih empat ratus meter dari titik awal pasangan urungan batu, nampak diatas kemiringan terhampar batu kecil yang diduga tidak memiliki perkuatan, sehingga  kami menduga jika hal ini sudah tidak sesuai lagi dengan juknis pekerjaan. Kata Amir.

Kemudian terkait pengguna BBM untuk alat berat dilokasi pekerjaan perlu dipantau oleh pihak PPK dan pihak Kepolisian Sektor Siwa, jangan sampai  kontraktor pelaksana menggunakan BBM  bersubsidi, hal ini cukup beralasan karena dilokasi proyek tidak tampak adanya tangki BBM bersibsidi yang berfungsi sebagai pemampungan. Tutup Amir.

Pihak Direksi kegitan dari PJSA – BBWS- PJ dan Pihak Pelaksana Pimpinan Proyek dari perusahaan yang ingin dikonfirmasi,  tidak dapat diperoleh konfirmasi karena yang bersangkutan tidak ada dilokasi pekerjaan proyek saat media melalaksanakan peliputan dilokasi proyek.

Laporan : (Asrul/Ansar)

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed