oleh

Bahar Razak : Mati Tersengat Listrik, Siapa yang Bertanggungjawab?

banner 970x250

SURYATIMUR.ID.MAKASSAR – Tenaga listrik yang digunakan masyarakat disamping bermanfaat, tenaga listrik juga dapat membahayakan, sehingga penyediaan dan pemanfaatannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan atas keselamatan ketenagalistrikan itu sendiri. Ujar Muh. Bahar Razak.

Lanjut bahar, karena usaha penyediaan tenaga listrik adalah pengadaan tenaga listrik (daya listrik) yang menjadi hak maupun tanggung Jawab pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik (PIUPTL) atau yang lebih dikenal oleh Masyarakat PT PLN (persero), maka jika terjadi Musibah bagi Masyarakat akibat tenaga listrik, setidaknya PT PLN tidak boleh tutup mata. Karena dalam perjanjian jual beli listrik maupun Undang-Undang Ketenagalistrikan sangat tegas dinyatakan bahwa Usaha penjualan tenaga listrik adalah kegiatan usaha penjualan tenaga listrik kepada Konsumen.

Lebih lanjut Bahar menjelaskan pula, bahwa berdasarkan UU, Masyarakat punya tanggungjawab atas kewajiban apabila karena kelalaian Konsumen lalu mengakibatkan kerugian pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik  (PIUPTL), maka  Konsumen harus  bertanggung jawab. Begitu pula sebaliknya, utamanya tujuan  untuk mewujudkan kondisi  dengan status aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, maka PIUPTL haruskah pula bertanggung Jawab?

Undang-Undang Ketenagalistrikan sudah mengatur sedemikian rupa guna memenuhi hak dan tanggungjawab masing-masing pihak, khususnya Selain pengawasan oleh pemilikTegangan listrik yang dapat menimbulkan kematian bagi manusia, begitu pula pengawasan dari Pemerintah daerah. Tutupnya. ( Rilis )

Laporan : Asrul Asruddin

banner 970x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed