oleh

Berantas Mafia Tanah Tanpa Pandang Bulu, SAdAP : Saya Dukung Penuh Program Kapolri, Selain Mafia Tanah, Berantas Juga Mafia Laut

SURYATIMUR.ID.Jakarta – Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat Sulsel DinJakarta ikut menanggapi himbauan Kapolri untuk memberantas mafia tanah tanpa pandang bulu.

Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini, ulah mafia tanah sangat meresahkan apalagi jika yang mereka hadapi adalah masyarakat kecil, mereka semena mena dan berbuat tanpa melihat nasib masyarakat kecil yang tak berdaya, karena para mafia ini memiliki kekuatan secara finansial dan indikasi  melibatkan oknum pejabat yang berwenang terangnya.

Khususnya Di Makassar, saya sendiri memiliki catatan terkait mafia tanah, daftar nama yang di indikasikan telah melakukan penyerobotan lahan yang telah lama ditempati warga termasuk beberapa tanah adat yang ada terutama saat ini di lakkang menjadi incaran mafia tanah, semua data ada sama saya dan jika diminta saya akan serahkan kepada pihak bapak Kapolri , Hal serupa tentunya daerah lainnyapun demikian,

Jangankan tanah, laut pun ditimbun untuk kepemilikan pribadi, hal ini yang masih sering dilakukan para mafia tanah ungkap SAdAP.

Lanjutnya, Saya juga berharap agar pihak kepolisian khususnya yang menangani masalah Tahbang untuk menindaklanjuti permasalahan tanah yang melibatkan mafia, saran saya kedepankan prinsip kemanusiaan sebagaimana pesan bapak Kapolri yang menurut saya telah melakukan terobosan dalam menata institusi kepolisian menuju polri yang prometer, dan saya mengapresiasi sepenuhnya serta mendukung bapak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas mafia tanah tanpa pandang bulu.

Tambahnya lagi, Sekedar saran masukan dari saya agar kiranya petugas dari tahbang dan petugas BPN yang menangani masalah ini di rolling per enam bulan untuk menghindari adanya permainan oknum yang diberi kewenangan, atau mungkin lebih bagusnya lagi polri membentuk divisi satuan kerja diluar dari struktur yang ada guna bekerja secara progressif dalam mengawal hak-hak rakyat kecil yang dirampas para mafia tanah urai SAdAP.

Saya menilai langkah Kapolri sebagai tolak ukur bahwa profesionalisme kepolisian menjadi hal utama dalam menjalankan tugas negara, dan Kapolri sangat tegas dalam membela hak rakyat kecil dari penindasan para mafia tanah, termasuk untuk para pejabat di BPN, mulai sekarang saatnya melakukan pembenahan sistem yang berkaitan dengan permasalahan tanah, jangan ada tebang pilih dalam menilai, olehnya itu saya mengharapkan agar pejabat yang ada di lingkungan BPN untuk bersama-sama memberantas mafia tanah sebagaimana himbauan KAPOLRI tutup SAdAP.

Laporan : Asrul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed